Sabtu, 25 Desember 2010

SERABI

Oleh : Muhammad Rohman

A. PENGENALAN PRODUK
Serabi adalah makanan ringan atau jajanan pasar asli Indonesia (bukan Malaysia). Serabi terbuat dari tepung terigu, tepung beras, atau campuran keduanya dan santan. Biasanya makanan ini disajikan bersama gula jawa yang dicairkan bersama santan, bumbu ini disebut Kinca. Ada dua jenis serabi yang terkenal, yaitu serabi bandung yang terbuat dari tepung terigu dan serabi solo yang terbuat dari tepung beras.

Sekarang ini, serabi yang dijual tidak hanya yang original (tanpa topping dan hanya disajikan dengan kinca). Banyak variasi topping yang bisa dikembangkan. Diantaranya menggunakan susu, keju, meses, pisang, nanas, cokelat, nangka, bahkan daging atau sosis.

B. GAMBARAN USAHA

a. Produk
Dalam menggunakan tepung beras atau tepung terigu pilih yang sudah teruji kualitasnya. Hal ini sangat berpengaruh pada tekstur adonan. Kemudian santan yang digunakan sebaiknya berasal dari kelapa yang tidak terlalu tua. Begitu juga dengan gula merah pilih jenis gula merah yang baik kualitasnya. Selain produk utama serabi, sebaiknya pemilik usaha juga menjual aneka minuman. Minuman yang cocok sebagai teman serabi biasanya yang disajikan hangat. Seperti kopi, cappuccino, susu, jeruk hangat, teh manis, walaupun minuman dingin (es teh manis, es jeruk) juga tidak mengapa.

(b)









(a) (c)


(a) Serabi Polos, (b) Serabi Topping, (c) Serabi warna Pandan

b. Lokasi
Pilihlah lok
asi yang strategis, yaitu di tempat-tempat yang ramai, terutama di tempat berkumpulnya para pedagang makanan dan minuman. Seperti di pusat jajanan, sekitar sekolah, kampus, dan pusat perbelanjaan.

c. Perlengkapan Usaha dan Karyawan

Perlengkapan yang dibutuhkan antara lain etalase, tenda, bangku, dan meja secukupnya. Alat masak yang terdiri atas pemanggang yang terbuat dari aluminium atau besi dan tungku tanah
liat berdiameter sekitar 20 cm. perlengkapan lain adalah aneka wadah plastik untuk tempat topping atau kinca, piring, keramik ukuran gelas, serta sendok garfu kecil.

d. Promosi

Promosi usaha serabi antara lain spanduk dengan design yang eye catching. Lengkapi spanduk dengan gambar serabi yang dilumeri dengan topping agar menarik minat konsumen.untuk di awal usaha bisa juga menyebarkan brosur/pamflet di sekita
r tempa usaha.

e. Penetapan Harga

Harga serabi tergantung dari spesifikasinya. Serabi original atau polos yang disajikan dengan kinca sekitar Rp.3.000 per porsi, sedangkan serabi dengan topping bisa dijual Rp.4.000-8.000 per porsi.

f. Risiko

Risiko membuat serabi antara lain adalah kegagalan dalam membuat adonan dan saat memanggang. Akibatnya adonan tidak padat, kurang berserat, tidak mengembang, dan tidak lezat.
Teknik memanggang harus benar-benar dikuasai. Misalnya jangan mengangkat sebelum matang, terlalu matang (gosong), atau cara mengangkatnya tidak benar hingga rusak.

C. BEBERAPA MASALAH DALAM PEMBUATAN SERABI

a. Serabi Lengket di Tungku
Saat akan digunakan tungku tanah liat sebaiknya tidak mengandung atau terkena air agar serabi tidak lengket. Panaskan tungku sampai benar-benar kering setelah dicuci
dan sebelum digunakan.

b. Tutup Tungku
Jangan menggunakan tutup tungku yang terbuat dari aluminium karena tidak menyerap uap air sehingga akan menetesi serabi. Tungku pemanggang serabi sebaiknya menggunakan bahan yang sama dengan tungkunya, yaitu tanah liat.

c. Menerima Kritik atau Saran dari Konsumen

Hati-hati dengan konsumen yang sangat care dengan makanan. Biasanya konsumen seperti ini tidak s
egan-segan memberikan kritikan dan saran terhadap makanan yang disajikan dan pelayanan yang diberikan. Apabila dihadapkan situasi ini, adalah peluang bagi penjual untuk terus melakukan improvisasi. Penjual sebaiknya terbuka terhadap hal seperti ini.

D. CONTOH RESEP SERABI

Bahan-bahan

  • 175 gram tepung beras
  • 25 gram tepung kanji
  • 50 gram tepung terigu
  • 2 sdm gula pasir
  • 2 sdt garam
  • 400 ml santan cair dari ½ butir kelapa
  • 125 ml santan kental dari ½ butir kelapa
  • Kinca 500 ml santan dari satu butir kelapa
  • 175 gram gula merah, iris tipis
  • 2 sdm gula pasir
  • ¼ sdt garam
  • 2 lembar daun pandan

CARA MEMBUAT

  1. Campurkan tepung beras, tepung kanji, dan tepung terigu. Tambahkan gula pasir dan garam. Masukkan santan cair sedikit demi sedikit. Aduk rata hingga membentuk adonan. Terakhir, masukkan santan kental.
  2. Panaskan cetakan serabi. Olesi dasarnya dengan ampas kelapa agar tidak lengket. Tuang satu sendok sayur adonan, kemudian tutup. Maskan hingga matang.
  3. Rebus bahan pembuat kinca sambil terus diaduk hingga mendidih. Sajikan serabi dengan kinca.
E. ANALISIS USAHA SERABI Asumsi
  1. Masa pakai etalase 5 tahun
  2. Masa pakai tenda sederhana 2 tahun
  3. Masa pakai meja dan bangku kayu sederhana 3 tahun
  4. Masa pakai alat pemanggang 1 tahun
  5. Masa pakai tungku tanah liat 6 tahun
  6. Masa pakai peralatan lain-lain 3 tahun
a. Biaya Infestasi
  • Etalase Rp. 2.000.000
  • Tenda Rp. 300.000
  • Meja dan bangku kayu Rp. 300.000
  • Alat pemanggang Rp. 700.000
  • Tungku tanah liat 24 buah @ Rp. 8.000 Rp. 192.000
  • Peralatan lain-lain (piring kerami, Gelas, sendok dll ) Rp. 250.000
  • Total Investasi Rp. 3.742.000
b. Biaya Operasional Per Bulan

1. Biaya Tetap
Penyusutan etalase 1/60 x Rp. 2.000.000 Rp. 33.300
Penyusutan tenda 1/24 x Rp. 300.000 Rp. 12.500

Penyusutan meja dan bangku kayu 1/36 x Rp. 300.000 Rp. 8.300

Penyusutan alat pemanggang 1/12 x Rp. 700.000 Rp. 58.300

Penyusutan tungku tanah liat 1/6 x Rp. 192.000 Rp. 32.000
Penyusutan peralatan lain-lain 1/36 x Rp. 250.000 Rp. 7.000

Gaji karyawan 1 orang Rp. 900.000

Tot
al Biaya Tetap Rp. 1.051.400

2. Biaya Variabel

Tepung beras (8 liter x Rp. 7.250/liter x 30 hari) Rp. 1.740.000

Kelapa (10 butir x Rp. 4.000/butir x 30 hari) Rp. 1.200.000
Bahan kinca
(Rp. 30.000/hari x 30 hari) Rp. 900.000
Bahan topping (pisang, keju,dll) (Rp. 100.000/hari x 30 hari) Rp. 3.000.000
Arang kayu (Rp. 10.000/hari x 30 hari) Rp. 300.000

Listrik dan keamanan Rp. 90.000
Dus kue dan plastic bening (Rp. 30.000/hari x 30 hari) Rp
. 900.000
Total biaya variable Rp. 8.130.000

Total biaya operasional Rp. 9.181.400


c. Penerimaan Per Bulan

Penjaulan serabi polos
(70 pors x Rp. 3.000/porsi x 30 hari) Rp. 6.300.000
Penjualan serabi topping (30 porsi x Rp. 6.000/porsi x 30 hari) Rp. 5.400.000
Total Penerimaan Rp. 11.700.000


d. Keuntungan Per Bulan Keuntungan = Total Penerimaan – Total Biaya Operasional
= Rp. 11.700.000 – Rp. 9.181.400
= Rp. 2.518.600

e. Revenue Cost Ratio (R/C)
R/C = Total Pen
erimaan : Total Biaya Operasional
= Rp. 11.700.000 : Rp. 9.181.400
= 1,27

f. Payback Period Payback period = (Total biaya investasi : keuntungan) x 1 bulan =
(Rp. 3.742.000 : Rp.
2.518.600) x 1 bulan = 1,5 bulan

Tungku Serabi

Resferensi : Redaksi Agromedia. 2009. 40 Peluang Bisnis Makanan dan Minuman Kaki Lima Modal 2-8 Juta. Jakarta. Agromedia.









4 komentar:

  1. MAS BAGAIMAN CARA ATAU LANGKAH-LANGKAHNYA UNTUK MEMBUAT TUNGKU SURABI YANG SUDAH MAS POSKAN TERSEBUT

    BalasHapus
  2. kalau ingin tau bagaimana cara membuat tungku serabi, sebaiknya mas tanya langsung saja kepada penjual serabi yang ada di sekitar tempat tinggal Anda. pasti lebih terperinci dan kalau hanya tanya mengenai tungkunya biasanya mereka lebih terbuka untuk menjelaskan.

    BalasHapus
  3. maaf mas, itu resep untuk serabi bandung atau solo ya? kalo serabi bandung yg mengembang, apa saja resep dan caranya ya mas? saya sudah beberapa kali membuat serabi bandung berdasarkan resep di internet, tapi belum ada yang mengembang sesuai yg saya harapkan... seperti gambar (b) di atas..

    BalasHapus